suratkabar.com 
 
 
Domain For Sale

suratkabar.com 

News Indonesia SuratkabarCom
A Gift For You.....

Takoyaki Tsukiji  
16/12/2000 (00:00)

Click Here to Send Messege

[Kirim Pesan]     

Kartu bonus Gindako (Takoyaki Tsukiji). Apabila cap telah penuh (bawah), kita bisa tukarkan dengan satu pak takoyaki gratis. (Foto SuratkabarCom)

TOKYO SuratkabarCom) - Makanan ini sangat populer di Jepang. Bentuknya bundar seperti kue bola. Diisi macam-macam, mulai daun bawang, bumbu powder saus, telor, sampai kepada gurita.

Tako sendiri berarti gurita dan yaki artinya dipanggang atau digoreng. Menggunakan penggorengan khusus berbentuk setengah bulat, menggunakan minyak goreng biasa, terus diisi bumbu, termasuk gurita dan daun bawang tadi, tunggu beberapa menit, tampak setengah matang lalu dibalik. Akhirnya menggelembung, berakhir seperti bola pingpong.

Toko Gindako di Kameari, Adachi-ku, Tokyo. Siap menyambut natal dengan hiasan pohon natal di mukanya. (Foto SuratkabarCom)

Selesai matang, saat disajikan dipolesi dengan saus manis, rumput laut halus (aonori), tuna kering halus (katsuobushi) dan bagi yang suka mayonaise juga dipupuri sebagai toping di atas takoyaki.

Kelihatannya memang gampang membuatnya. Namun apabila kita mempraktekkan sendiri, ternyata tidak mudah, baik bumbu yang menjadikan rasa takoyaki sedap atau malah sebaliknya, dan keahlian cara membalik atau menggoreng takoyaki ini. Ternyata memang membutuhkan latihan yang tidak mudah.

Seorang ahli takoyaki cukup menggunakan satu pencungkil untuk membolak-balik takoyaki. Sedangkan pemula biasanya menggunakan dua pencungkil, agar lebih mudah.

Satu toko takoyaki yang sangat digemari, karena memang enak sekali rasanya, adalah Gindako, singkatan dari Gin Takoyaki. Gin sendiri berarti emas. Jadi warna takoyaki ini memang dibuat keemasan.

Memang pertama kali ada di Tsukiji, Tokyo, sehingga diberinama Takoyaki Tsukiji. Cabangnya ada sekitar 10 di Kanto (Tokyo dan sekitarnya).

Takoyaki yang siap disajikan kepada pembeli, tinggal dipolesi bumbu-bumbu. (Foto SuratkabarCom)

Salah satunya di Kameari (kereta api Jouban line). Ke luar dari pintu utara, langsung ke kiri dan letaknya ada di dalam pertokoan yang berada di bawah jalan kereta api (Arukado Mall).

Dilayani oleh hanya lima orang, tapi yang antri bukan main banyaknya. Tak heran kalau segera habis dan menanti sekitar 20 menit untuk membuat dari awal lagi takoyaki yang baru.

Takoyaki digemari orang Jepang sehingga hampir di semua lokasi stasiun kereta api di Jepang, pasti kita bisa menjumpai takoyaki.

Takoyaki yang sudah diap untuk dimakan, dilengkapi dua batang tusuk bambu sebagai alat untuk mengambil takoyaki dan memakannya. Mirip tusuk gigi namun panjang. (Foto SuratkabarCom)

Tidak saja dalam bentuk toko, tetapi banyak pula yang menjualnya dalam bentuk gerobak dorong, karena cara pembuatan sangat mudah, tak perlu tempat (space) besar.

Ada pula takoyaki lain yang cukup populer adalah Kyotako atau Takoyaki Kyoto. Jumlah cabangnya juga banyak sekali di Jepang ini. Namun persaingan ketat antara sesama produsen takoyaki, membuat para pengusaha takoyaki tidak sedikit yang hanya berusia pendek.

Takoyaki juga bisa dijumpai di semua konbini (convenience store) di Jepang. Misalnya di Seven Eleven, Family Mart, Sunkus, dan sebagainya.

Begitu ketatnya persaingan bisnis takoyaki, tidak sedikit yang mencoba merangsang pembelinya dengan bonus tambahan. Misalnya Gindako ini. Bila cap penuh di 10 kotak, maka kita berhak mendapatkan satu pak takoyaki gratis.

Satu cap itu bila membali satu pak takoyaki. Harga satu pak takoyaki sekitar 350 yen dengan isi sekitar 6-8 bola takoyaki. Untuk Gindako ini harganya memang cukup mahal, 420 yen per pak dengan isi 8 bola takoyaki. (YK121)


[an error occurred while processing this directive]

HOME | Today's News | Shopping 

Copyright 1999-2003 © SuratkabarCom Online